Gunakan batu bata merah, lebih kuat guncangan bumi

BATU BATA MERAH

Batu bata merah terbuat dari tanah liat yang dicetak, setelah itu terbakar. Tidak seluruh tanah amati dapat dipakai. Jual bata merah press Cuma yang terdiri dari isi pasir khusus. Biasanya mempunyai dimensi: jauh 17- 23 centimeter, luas 7- 11 centimeter, tebal 3- 5 centimeter. Berat pada umumnya 3 kilogram atau bulir ( terkait merk serta wilayah asal pembuatannya).

Materi dasar yang diperlukan buat pendamping bilik bata merah merupakan semen serta pasir saringan. Buat bilik kedap air dibutuhkan kombinasi 1: 2 ataupun 1: 3 ( maksudnya, 1 dosis semen dipadu dengan 3 dosis pasir yang telah diayak). Buat bilik yang tidak wajib kedap air, bisa dipakai analogi 1: 4 sampai 1: 6.

Keunggulan bilik bata merah: Kedap air alhasil tidak sering terjalin rembesan pada tembol dampak air hujan, Kerenggangan relatif tidak sering terjalin, Kokoh serta kuat lama, Penggunanaan bagan batu pengakunya lebih besar, antara 9- 12 m2.

Kekurangan bilik bata merah: Durasi pemasangan lebih lama dibanding batako serta materi bilik yang lain, Bayaran lebih besar bila dibanding dengan batako.

Batu bata telah lama jadi salah satu materi utama dalam mendirikan gedung. Tetapi, materi gedung dari kombinasi air serta tanah liat ini sedang rentan retak bila terserang goncangan keras, walaupun dilekatkan dengan semen. Memandang kelemahan batu bata lazim yang gampang retak, anak didik Sekolah Menengah Biasa( SMU) Negara 5 Kota Madiun sukses melaksanakan riset buat menciptakan resep batu bata yang lebih kokoh.

Para anak muda ini sukses menciptakan aransemen materi dasar batu bata yang lebih bagus alhasil teruji mempunyai energi kuat serta energi lengket lebih kokoh dibandingkan batu bata yang sepanjang ini terbuat perajin konvensional. Materi campurannya simpel, ekonomis, serta gampang diperoleh.

“ Tanah liat dicampur dengan karbonium aktif yang tercantum dalam abu asap pembakaran tebu,” ucap sisa anak didik SMU Negara 5 Kota Madiun, Nina Milasari, dikala dihubungi Tempo, Sabtu, 28 Juli 2012. Sehabis lolos SMU tahun 2011, Nina saat ini kuliah di Universitas Brawijaya, Apes.

Karbonium sisa pembakaran tebu itu ialah kotoran industri gula di Madiun. Abu asap( dust) kotoran industri gula itu memiliki silikat yang besar. Silikat merupakan senyawa yang memiliki satu anion dengan satu ataupun lebih molekul silikon pusat yang dikelilingi ligan elektronegatif.“ Silikat ataupun silikondioksida( SiO2) mempunyai energi menempel yang besar serta lazim dipakai buat materi dasar pembuatan semen ataupun arsitektur yang lain,” tuturnya.

Nina meningkatkan, awal mulanya dirinya serta sahabatnya menggunakan karbonium aktif itu buat briket yang dapat dijadikan materi pembakaran.“ Sehabis ketahui memiliki silikat yang besar, kita berupaya memakainya buat kombinasi batu bata,” ucapnya.

Batu bata yang materi bakunya dicampur dengan silikat menghasilkan batu bata lebih enteng alhasil lebih kuat fibrasi ataupun guncangan.“ Batu bata dengan kombinasi karbonium ini sesuai dipakai buat gedung di wilayah rawan guncangan,” tuturnya.

Sehabis dicoba sebagian kali penelitian, didapat daya muat sempurna aransemen kombinasi karbonium pada batu bata, ialah 10 persen dengan kokoh energi tekan 28, 25 kg per sentimeter persegi. Kokoh energi tekan ini telah melampaui standar nasional Indonesia( SNI) sebesar 21 kg per sentimeter persegi.

Penelitian pula dicoba dengan aransemen karbonium yang lebih sedikit, ialah 5 persen. Dengan kandungan karbonium 5 persen, batu bata mempunyai energi tekan lebih kokoh, ialah 30, 67 kg per sentimeter persegi. Aransemen karbonium yang lebih banyak, ialah 15 persen, pula dicoba, serta hasilnya batu bata mempunyai kokoh energi tekan 21, 28 kg per sentimeter persegi. Tetapi, aransemen karbonium 5 persen serta 15 persen itu tidak dianjurkan.“ Untuk kita, kombinasi karbonium yang idel merupakan 10 persen,” ucapnya.

Daya energi tekan batu bata kuat guncangan ini telah sempat dicoba di Makmal Batu serta Materi Gedung Fakultas Metode Awam serta Pemograman( FTSP) Institut Teknologi 10 Nopember( ITS) Surabaya.

Kawan satu regu Nina sewaktu SMU dahulu, Christina Kartini, meningkatkan, batu bata kuat guncangan ini tidak cuma lebih kokoh, bayaran produksinya diklaim lebih irit serta profitabel dibandingkan batu bata lazim ataupun tanpa kombinasi karbonium. Dalam hitungan mereka, bayaran penciptaan 1. 000 batang batu bata kuat guncangan Rp 160 ribu, sebaliknya bayaran penciptaan 1. 000 batang batu bata konvensional Rp 172 ribu.“ Harga jualnya serupa, Rp 350 ribu per 1. 000 batang,” ucapnya.

Dengan bayaran penciptaan yang lebih ekonomis serta harga jual yang serupa, hingga keuntungannya lebih besar. Dengan anggapan bayaran penciptaan Rp 160 ribu serta harga jual batu bata di Madiun Rp 350 ribu per 1. 000 batang, pembuatnya hendak memperoleh keuntungan Rp 190 ribu. Sebaliknya keuntungan dari batu bata lazim lebih kecil, ialah Rp 178 ribu.“ Terdapat beda keuntungan Rp 12 ribu,” tuturnya.

Riset 2 anak didik ini dibukukan dalam buatan catat objektif serta memenangkan salah satu medali kencana Olimpiade siswa tingkatan bumi di aspek area, ialah International Environmental Project Olympiad( Inepo) di Turki tahun 2010. Buatan objektif mereka bertajuk“ The Use of Sugar Factory Dust in Making Seismic Resistant Bricks ataupun Khasiat Kotoran Abu( Dust) Asap Industri Gula dalam Membuat Batu Bata Kuat Fibrasi( Guncangan)”.

Guru pengajar fisika SMA Negara 5 Kota Madiun, Pemimpin Zuhri, berkata, grupnya amat terbuka bila terdapat perajin batu bata yang menggunakan resep batu bata kuat guncangan.“ Riset kanak- kanak ini tidak tertuju buat menguntungkan, yang berarti dapat berguna untuk warga,” ucapnya.

Bagi ia, semenjak ditemui resep aransemen kombinasi karbonium dalam pembuatan batu bata, beberapa perajin di Madiun serta sekelilingnya mulai memakainya.“ Kita suka sebab telah banyak perajin batu bata yang menggunakan hasil riset kanak- kanak.