5 Fakta Masjid Terapung Palu Menjadi Ikon Sulawesi Tengah

Tidak bisa dibantah, musibah guncangan dunia yang luang menyerang Martil, Sulawesi Tengah akhir 2018 setelah itu ikut mengangkat julukan Langgar Terapung Martil. Masjid yang mempunyai nama asli Arkam Babu Rahman ini menjadi saksi dari kehebatan bencana yang menelan ribuan korban jiwa tersebut.

Sebagai lokasi ibadah umat Islam, Masjid Arkam Babu Rahman memiliki sejumlah fakta menarik yang menciptakan pemerintah setempat menjadikannya area wisata religi.Tidak dapat dipungkiri, bencana gempa bumi yang sempat melanda Palu, Sulawesi Tengah akhir 2018 kemudian turut mengusung nama Masjid Terapung Palu.

Masjid yang mempunyai nama asli Arkam Babu Rahman ini menjadi saksi dari kehebatan bencana yang menelan ribuan korban jiwa tersebut.

Sebagai lokasi ibadah umat Islam, Masjid Arkam Babu Rahman memiliki sejumlah fakta menarik yang menciptakan pemerintah setempat menjadikannya area wisata religi. Selanjutnya yakni sebagian realitas istimewa langgar yang bertempat di Jalur Rono, Kelurahan Lere, Kecamatan Martil Barat yang dihimpun dari demikian banyak pangkal.

  1. Memiliki kubah yang bisa berubah warna

Kala malam hari, langgar yang berdiri pas di bibir tepi laut ini akan melayankan keelokan dari kubahnya. Sebuah perangkat yang didatangkan dari China dapat membuat kubah ini menjadi warna-warni. Warna yang disuguhkan antara beda merah, jingga, hijau, ungu, biru, merah muda, dan putih.

  1. Dibangun untuk memperingati jasa penyebar Islam di lokasi tersebut

Masjid yang pernah diterjang gelombang tsunami ini di bina untuk memperingati jasa wali penyebar Islam di tanah tersebut. Dialah Syekh Abdullah Raqi nama lain Datuk Karama yang berawal dari Sumatera Barat. Menurut daftar sejarah, Datuk Karama menyebarkan Islam di Palu selama abad ke 17 masehi yang jasanya terus diingat hingga ketika ini.

  1. Menjadi ikon Provinsi Sulawesi Tengah

Meskipun letaknya tidak di pusat kota, namun dengan segudang keanehan yang dipunyai membuat Masjid Arkam Babu Rahman menjadi ikon Provinsi Sulawesi Tengah. Bangunan ini sedang di perairan teluk Palu yang mempunyai garis pantai sepanjang 43 km.

  1. Memiliki latar belakang pemandangan yang indah

Letaknya yang tepat di bibir pantai menciptakan masjid dengan 25 pilar pengampu ini menyuguhkan panorama yang lumayan memukau. Tidak heran saat bulan puasa masjid ini sering dijadikan lokasi ngabuburit jemaah guna menanti ketika berbuka puasa tiba. Tidak melulu itu, semua jemaah tidak jarang mengabadikan potret masjid ini sebab lokasinya yang intagramable.

  1. Kapasitas tidak terlampau besar

Langgar yang pengerjaannya beres tahun 2011 ini memanglah saja sanggup menampung sepanjang 150 himpunan. Tetapi, sebelum diterjang tsunami, masjid ini selalu sarat terlebih saat bulan puasa tiba.

Nah, itulah sejumlah fakta dari Masjid Arkam Babu Rahman yang menjadi saksi bisu tanda-tanda kehormatan Allah melewati bencana gempa bumi dan tsunami 2018 silam.

Kunjungi Kami:

GEMASULAWESI

gemasulawesi.com