3 Jenis Jahe Yang Punya Banyak Manfaat

Jahe atau dalam bahasa latinnya dikenal dengan zingiber officinale. Jahe adalah tanaman yang masuk ke dalam family zingiberacea. Jahe ialah tanaman yang berimpang dengan buah yang tumbuh di dalam tanah laksana umbi-umbian. Kunyit, kencur dan lengkuas masih masuk kedalam family jahe, di samping dari format dan teknik tumbuhnya pun serupa dan sama-sama tidak jarang dijadikan guna bumbu dapur.

Jahe yang dikenal pun dengan sebutan ginger dalam bahasa Inggris ini adalah tanaman rimpang yang berasal dari dataran Asia Tenggara yang lantas menyebar ke sekian banyak  penjuru dunia. Karena jahe familiar dengan memiliki tidak sedikit khasiat dan pun manfaat.

Secara umum jahe mempunyai kandungan air, mineral, dan pun vitamin. Kandungan mineral dalam jahe terdiri dair kalsium, fosfor dan pun besi. Kandungan vitaminnya terdiri dari vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, dan vitamin C. Selain tersebut jahe pun berisi sekian banyak  zat bioaktif, antioksidan, enzim dan pun minyak atsiri.

Jahe yang kaya akan sekian banyak  manfaat ini semenjak dahulu sudah tidak jarang dimanfaatkan guna bumbu rempah makanan, dimanfaatkan guna kesehatan dan pun kecantikan. Di wilayah yang dingin seringkali jahe dimanfaatkan guna menghangatkan tubuh dan pun mengembalikan stamina tubuh.

Di Indonesia sendiri tumbuhan jahe tumbuh subur, sebab memang jahe dapat tumbuh subur di wilayah yang beriklim tropis. Sehingga menjadi di antara bahan barang-barang yang lumayan menguntungkan. Tapi tahukah kamu, jahe yang mempunyai rasa berpengaruh pedas ini ternyata ada sejumlah jenis.

Di Indonesia sendiri jahe dikenal dengan tiga macam. Kali ini Bacaterus akan membicarakan mengenai jenis jenis jahe dan pun kegunaannya supaya anda tidak salah menggunakannya. Simak penjelasannya inilah ini.

Jenis-Jenis Jahe

3 jenis jahe ini mempunyai ukuran rimpang, warna dan format yang berbeda. Seperti sudah dilafalkan diatas jahe yang dikenal di kalangan masyarakat Indonesia terdapat 3 jenis yaitu:

  1. Jahe Gajah atau Jahe Badak

Sesuai dengan namanya, jahe jenis ini adalah jahe dengan ukuran yang sangat besar diantara jahe yang lain. Ukuran rimpangnya besar dan gemuk. Aromanya paling tajam, tetapi rasanya tidak terlampau pedas dikomparasikan dengan jahe jenis lain.

Warna unsur dalamnya ingin putih. Serat pada daging jahe ini lebih kecil dan lembut dikomparasikan jenis lainnya. Jahe jenis ini adalah jahe yang paling digemari oleh orang-orang di luar negeri atau di pasaran internasional.

Dengan kandungan minyak atsiri tidak cukup lebih hingga dengan 2% sampai-sampai rasanya tidak terlampau pedas. Jahe jenis ini seringkali dimanfaatkan untuk penciptaan bahan utama permen jahe, makanan atau minuman sebab dagingnya yang tebal. Tapi ada pun yang memanfaatkannya sebagai rempah guna masakan.

  1. Jahe Emprit

Jahe jenis ini adalah jahe yang tidak jarang dijumpai di pasar-pasar Indonesia. Bentuk rimpangnya lebih ramping dan kecil dikomparasikan jahe gajah. Aromanya tidak setajam jahe gajah, tetapi rasanya lebih pedas dikomparasikan jahe gajah. Jahe jenis ini unsur dagingnya berwarna kuning dan mempunyai serat yang lembut.

Kandungan minyak atsiri pada jahe emprit ini dapat mencapai hingga dengan 7% sampai-sampai rasanya lumayan pedas. Jenis jahe ini tidak jarang dimanfaatkan guna dijadikan bumbu masakan nusantara juga dapat juga dijadikan bahan untuk penciptaan jamu.

  1. Jahe Merah

Jahe merah mempunyai kandungan minyak astsiri sangat tinggi dikomparasikan dengan jahe gajah maupun jahe emprit. Sehingga rasa pada jahe merah ini memang sangat pedas dikomparasikan jahe jenis lainnya. Rimpang pada jahe merah ini ukurannya kecil, mempunyai kulit berwarna merah cocok dengan namanya. Serat pada jahe merah ini lebih banyak dan lebih kasar dikomparasikan jenis jahe lainnya.

Karena rasanya yang pedas ini, jahe merah tidak jarang dimanfaatkan untuk penciptaan obat-obatan herbal. Karena kelebihannya ini, jahe merah biasa dipakai untuk meredakan nyeri, menghilangkan pegal-pegal, meminimalisir sakit kepala, meredakan demam dan lainnya.

Jahe merah adalah jahe yang familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Namun tahukah kamu, harga dari jahe merah ini sangat mahal dikomparasikan jenis jahe lainnya.

Karena jahe merah ini sifatnya musiman tidak dapat panen banyak, tergantung pada cuacanya. Karena kelangkaan atau proses panen tidak bisa tidak sedikit sedangkan permintaan di pasaran tinggi sehingga menyebabkan harga jahe merah ini yang sangat mahal dibanding jahe lainnya.